Anda harus mengaktifkan JavaScript untuk menggunakan tema ini.

SEJARAH SINGKAT DESA PEKEN BELAYU

Administrator 20 Agustus 2025 Dibaca 241 Kali

Sebelum jaman republik wilayah Belayu meliputi Desa Tegaljadi, Kukuh, Beringkit, Peken, Batannyuh, Kuwum, Selanbawak dan Desa Caubelayu yang merupakan bagian wilayah kerajaan Belayu yang pada saat itu berpusat di Puri Gede Belayu.

Setelah Jaman Republik, wilayah tersebut terpisah-pisah dan berdiri sendiri membentuk desa masing-masing sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Namun tonggak dari pada kerajaan tersebut masih berdiri kokoh sampai saat ini di Puri Gede Belayu namun wilayahnya hanya meliputi Desa Batannyuh, Peken Belayu dan Beringkit Belayu yang tergabung dalam satu kesatuan Adat yaitu Desa Adat Belayu;

Diberi nama Desa Peken Belayu sejarahnya ditinjau dari segi letak. Karena Desa Peken Belayu terletak dipusat Kerajaan Belayu yang kebetulan dijaba puri atau yang umum disebut bencingah Belayu berdiri sebuah Peken (pasar tradisional) yang menjadi pusat perekonomian dari kerajaan Belayu.

Dari keberadaan Peken (pasar tradisional) itulah nama Desa Peken diambil karena kata pasar bahasa balinya adalah PEKEN. Maka wilayah yang dekat dengan kerajaan Belayu disebut “ DESA PEKEN “ Dengan terbitnya Undang-Undang Nomor 22 Tahun 1999, Tentang Otonomi Daerah, Sesuai dengan keinginan dan asfirasi masyarakat berkeinginan memunculan Belayu kembali;

Dengan demikian Pemerintah Desa Peken  menetapkan Peraturan Desa Nomor  6 Tahun 2003  tentang Perubahan Nama Desa Peken menjadi Desa Peken Belayu, dan dengan terbitnya Keputusan Bupati Tabanan Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan nama Desa Peken menjadi Desa Peken Belayu, Maka sejak itu Desa Peken resmi namanya menjadi DESA PEKEN BELAYU sampai kini.

Beri Komentar

Komentar baru terbit setelah disetujui oleh admin
CAPTCHA
Transparansi Publik

Anggaran Desa

Keterbukaan pengelolaan keuangan untuk masyarakat

92% Realisasi

APBD 2025 Pelaksanaan

Rp 4.049.922.904,82 Rp 3.727.657.973,00
Pendapatan 97.46%
Realisasi: Rp 1.998.458.910,59 Anggaran: Rp 2.050.495.500,00
Belanja 86.66%
Realisasi: Rp 1.754.733.110,00 Anggaran: Rp 2.024.961.452,41
Pembiayaan 100%
Realisasi: Rp -25.534.047,59 Anggaran: Rp -25.534.047,59
97.5% Realisasi

APBD 2025 Pendapatan

Rp 2.050.495.500,00 Rp 1.998.458.910,59
Hasil Usaha Desa 100%
Realisasi: Rp 12.870.000,00 Anggaran: Rp 12.870.000,00
Dana Desa 100%
Realisasi: Rp 840.551.000,00 Anggaran: Rp 840.551.000,00
Bagi Hasil Pajak Dan Retribusi 78.68%
Realisasi: Rp 198.162.000,00 Anggaran: Rp 251.867.000,00
Alokasi Dana Desa 100%
Realisasi: Rp 648.749.000,00 Anggaran: Rp 648.749.000,00
Bantuan Keuangan Provinsi 100%
Realisasi: Rp 78.600.000,00 Anggaran: Rp 78.600.000,00
Bantuan Keuangan Kabupaten/Kota 100%
Realisasi: Rp 141.196.500,00 Anggaran: Rp 141.196.500,00
Bunga Bank 155.61%
Realisasi: Rp 4.668.410,59 Anggaran: Rp 3.000.000,00
Lain-Lain Pendapatan Desa Yang Sah 100%
Realisasi: Rp 73.662.000,00 Anggaran: Rp 73.662.000,00
86.7% Realisasi

APBD 2025 Pembelanjaan

Rp 2.024.961.452,41 Rp 1.754.733.110,00
Bidang Penyelenggaran Pemerintahan Desa 86.56%
Realisasi: Rp 946.309.178,00 Anggaran: Rp 1.093.189.535,98
Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa 90.26%
Realisasi: Rp 556.035.932,00 Anggaran: Rp 616.040.425,00
Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Desa 79.34%
Realisasi: Rp 167.068.000,00 Anggaran: Rp 210.581.491,43
Bidang Pemberdayaan Masyarakat Desa 73.82%
Realisasi: Rp 55.920.000,00 Anggaran: Rp 75.750.000,00
Bidang Penanggulangan Bencana, Darurat Dan Mendesak Desa 100%
Realisasi: Rp 29.400.000,00 Anggaran: Rp 29.400.000,00